Senin, 08 November 2010

Membentengi Akidah Umat

الحمد لله الذي لم يُخلَقِ الجنُّ والإنسُ إلا ليعبدوه، ولا أسبغ عليهم نعمه إلا ليُحمَدوه، ولا أُنزِل عليهم كتُبُه وأُرسِل إليهم رُسلُه إلا ليُعْرَفوه. أحمده سبحانه حمدَ عبدٍ يخاف منه ويرجوه. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، لا يسئل عما يفعل ويسأل خلقه عما فعلوه. وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله الذي دعا أمته إلى التوحيد وأوصاهم بأن يخافوا الله ويتقوه، اللهم صل على عبدك ورسولك محمد وآله وأصحابه الذين آزروه ونصروه. وسلم تسليمًا كثيرًا. أما بعد: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
.
Saudara muslim mukmin jama’ah jum’at rohimakumullah.
Bila Anda melihat tayangan TV, Anda akan sering mendapat ajakan untuk mengirim SMS tentang ramalan nasib masa depan Anda.

Bila Anda baca Koran, di kolom iklan Anda akan sering dapati ajakan untuk menyelesaikan berbagai problem melalui para normal atau dukun.

Dan bila Anda amati kehidupan di tengan masyarakat maka Anda sering mendapati penyakit TBC aqidah yaitu tahayyul dengan hal-hal yang mistik, bid’ah dan khurafat.

Itulah sederet fenomena keganjilan keyakinan yang ada di tengah masyarakat muslim dimana kita berada didalamnya.

Jama’ah jumat rohimakumullah
Lalu adakah yang salah dengan semua fenomena itu?
Dengarkanlah firman Allah swt.,
الَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَـئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” Al An am:82

Dua jaminan dari Allah swt. kepada orang-orang yang beriman dan juga kepada masyarakat muslim atau bahkan kepada ummat manusia.

Pertama : jaminan keamanan dan stabilitas. Rasa aman dan stabilitas yang sangat di dambakan oleh setiap orang adalah aman secara ekonomi dan aman secara politik. Rasa aman secara fisik atau psikis.
Kedua : jaminan petunjuk, dan tidak ada kebahagiaan yang paling didambakan oleh seorang hamba
selain ia mendapat petunjuk. Petunjuk dari kesesatan, petunjuk jalan keluar dari berbagai problematika dan kesusahan.

Tapi dengan syarat “وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ “tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kedzaliman (syirik), atau dengan kata lain kesucian aqidah ummat terjaga.

Ikhwatal iman, jama’ah jum’ah rahimakumullah
Di sinilah perjuangan Rasulullah saw. selama 23 tahun, juga Nabi Ibrahim As dan seluruh para anbiya’. Karena bila kemurnian aqidah ini tidak terjaga, dampaknya sangat fatal. Dalam hadits Qudsi, Rasulullah saw. meriwayatkan, Allah Azza wajalla berfirman, dalam sanad yang shohih:
تَرَكْتُ وَشِرْكَكُمْ
“Aku biarkan kalian dengan apa yang kalian persekutukan dengan-Ku.”

Apakah problem yang mendera ummat saat ini…. yang tak kunjung terselesaikan, datang silih berganti, dari masalah ke masalah, disebabkan karena banyaknya fenomena kesyirikan yang di lakukan oleh sebahagian kita?

Jawabanya adalah mungkin. Sebab kalau kita runut kehancuran umat terdahulu adalah manakala mereka secara keyakinan tidak mau percaya dengan kebenaran yang di sampaikan oleh para Nabi yang di utus Allah swt di tengah mereka, dan secara perilaku mereka bahkan memusuhi kebenaran itu;
فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِ أَنجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُواْ بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُواْ يَفْسُقُونَ
“Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang dzalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.” Al A’rof:165
Saudaraku jama’ah jum’ah

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk membentengi aqidah kita dari segala bentuk kesyirikan?
1. Fahamilah janji Allah swt. bagi orang yang bersih aqidahnya.
2. Fahamilah bahaya syirik
3. Kokohkan iman kita dengan amal sholeh
4. Tambah terus pengetahuan keislaman kita, karena sebagaimana kita berfikir, itulah cara hidup kita. Kalau apa yang ada di fikiran kita jernih maka hidup kita bersih, sebaliknya bila yang ada di fikiran kita adalah hal-hal yang mistik maka pola hidup kita juga bersifat mistis.

Ma’asyirol muslimin
Demikianlah pengingat singkat ini khatib sampaikan, semoga kita senantiasa mampu menjaga kesucian aqidah kita. Amin

بارك الله لي ولكم في القرأن العظيم, ونفعني وإياكم بما فيه من الأيات والذكر الحكيم, وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم

Ibnu Jarir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar